
Berkecamuk
Kepada rindu yang selalu menghantui
Yang mengacak-acak akal sehatku
Menjadi agak gila dan sedikit buta arah
Aku selalu penasaran, kapan penyakit ini akan sembuh
Kalaupun kamu adalah obatnya
Aku masih penasaran, kenapa ia tak kunjung reda
Masih sering kambuh dan mengusik sepiku
Berantakan, kamu membunuhku dalam kebisuan
Jiwaku hilang melihat sosokmu melenggang
Walau senyum itu jadi perpisahan yang manis
Aku selalu merasa kosong dan rumpang
Menepi di pojok kamar dan terdiam menangis
Hey, kenapa penyakit ini begitu mengerikan?
Wabah rindu yang menyiksa batinku
Tak cukup temu sebagai vaksin ampuh
Rinduku malah makin parah dan bergemuruh
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.