Terbuai Rindu

 


Selamat datang kembali di Lintang Indonesia, ini adalah puisi salah satu peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Lombaterbaru x infolombapuisi Deadline 1 Oktober. Puisi ini salah satu dari sekian banyak puisi yang dibukukan ke dalam buku yang berjudul, "Fantasy".

Untuk informasi lengkap lomba ini silakan klik di sini

Cover Buku Fantasy


Selamat menikmati puisi di bawah ini:



 "Terbuai Rindu 

(karya :Anggito Budiman)


Guratan awan hitam mengabu

Desing angin tanda tak menentu

Terbang Bersama kenangan kelabu

Memaksa hati untuk berhenti, mencintaimu


Denting waktu terus berbunyi

Derap kaki kian terhenti

Relung hati yang tertusuk belati

Kian lama, tak kunjung terobati


Sepasang mata membuat terpana

Sepercik kasih terbesit sanubari

Buaian manis mendesik kalbu

Terselubung, dalam niat tersirat

Terjerat, dalam cinta sesaat 


Seribu purnama ku mengutuk diri

Menatap langit dengan pucat pasi

Mengurai janji yang tak kunjung ditepati

Mengobati luka seorang diri

Di tempat ini, ku menanti kau kembali



Kini…………

Jalan pulangku mulai menghitam

Gelap remang dinaungi pengkhianatan

Romansa kerinduan meratap suram

Menusuk perasaan yang terlalu dalam

Menunggu, tanpa ada kepastian


Kemana lagi kau akan pergi

Melepas senja memutar Mentari

Menutup mata nan terus bermimpi

Memuja cinta palsu terbalut haus duniawi

Ingatlah, masih ada aku disini

Menunggu, hingga dinda kan pergi

Darinya…… 

Yang tak pernah menaruh hati


Bersamaku, kau takkan kusakiti

Menghapus kenangan lama yang tak kunjung bersemi

Terbang bersama, menjemput musim semi

Merajut cinta, memulai kembali

Menyeka air mata yang telah membasahi pipi

Membelai emosi, menyabut datangnya pagi


"


Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.